Pemimpi
Ku tuliskan puisi ini untuk para
perajut harapan
Ku bentangkan pikiranku untuk para
prajurit asa.
Tidak pernah lelah menerka mimpi,
bermimpi, dan kemudian bangun.
Ku lontarkan senyum kefanaan untuk benteng
pertahanan, karena aku yakin mereka bertahan dalam semunya pedih.
Mereka adalah yang mampu hidup
ketika berada dalam bawah sadarnya.
Mereka adalah yang tak mampu
memahami bahwa kehidupan itu lebih kental dari pada mimpi-mimpi yang berwujud
asap.
Ah!.. percuma. Tak akan ada
gunanya.
Mereka adalah Pemimpi sejati. Bukan
orang yang akan membangun kenyataan, namum diam disana.
Ku persembahkan setiap nafas yang
pernah ku hembuskan, untuk menjadi awan tempat bersandar tidur.
28122013