Jumat, 01 Agustus 2014

Pemimpi

Pemimpi
Ku tuliskan puisi ini untuk para perajut harapan
Ku bentangkan pikiranku untuk para prajurit asa.
Tidak pernah lelah menerka mimpi, bermimpi, dan kemudian bangun.
Ku lontarkan senyum kefanaan untuk benteng pertahanan, karena aku yakin mereka bertahan dalam semunya pedih.
Mereka adalah yang mampu hidup ketika berada dalam bawah sadarnya.
Mereka adalah yang tak mampu memahami bahwa kehidupan itu lebih kental dari pada mimpi-mimpi yang berwujud asap.
Ah!.. percuma. Tak akan ada gunanya.
Mereka adalah Pemimpi sejati. Bukan orang yang akan membangun kenyataan, namum diam disana.
Ku persembahkan setiap nafas yang pernah ku hembuskan, untuk menjadi awan tempat bersandar tidur.

28122013